BATIK WARNA ALAM adalah kain batik yang diproses
dengan bahan alami. Selain memiliki warna khas, kain batik ini juga
lebih aman bagi pemakainya. Namun, harga batik ini relatif lebih mahal
dari batik biasa.
Karena tidak menggunakan pewarnaan bahan kimia, batik warna alami
punya daya tarik tersendiri bagi para pencintanya. Batik warna alam
memberi kesan lebih lawas dan mahal. Batik dengan warna alami lebih
dove, jadi berkesan lawas dan mahal,
Kendati menggiurkan, namun dibanding bahan sintesis, proses pembuatan
batik pewarnaan alami lebih sulit. Usai dikeringkan, batik lebih dahulu
dibersihkan dan dimasak menggunakan kayu bakar. Bahkan, ada batik yang
proses pewarnaan alaminya harus dilakukan hingga tiga bulan, karena
pencelupan dilakukan berulang-ulang dan melalui tutup-celup untuk
mendapatkan warna kombinasi lebih dari tiga warna.
Proses pewarnaan bahan alam ini juga tergolong rumit, perlu uji coba
berulang kali untuk memeroleh warna yang khas. Meski begitu, warna-warna
bahan alami lebih kaya, sehingga perajin batik lebih leluasa berkarya.
Namun, jangan sampai keliru membeli batik pewarnaan alami. Sebab
banyak orang terkecoh dengan batik pewarnaan alami yang umumnya lebih
“butek” dari batik lainnya.
“Zat warna alam ‘taste’-nya memang soft, tapi warna ‘butek’ yang
dihasilkannya kadang karena kurang sabarnya pengrajin memakai mordan.
Sehingga warnanya pasti akan luntur. Kadang-kadang para pengrajin juga
nakal mencelup dengan warna alam yang berkesan ireng atau kusam
Pewarnaan alami biasanya berasal dari bahan tumbuhan, akar, kulit, dan
kayu. Berbagai jenis tanaman bisa dimanfaatkan, bahkan bahan-bahan
masakan di dapur dapat diolah menjadi warna batik alami.
Limbah bumbu dapur bisa jadi warna. Bisa dengan bawang, kulit
manggis, nangka, daun suji, dan sebagainya. Jadi tidak terlalu sulit
untuk berlatih sendiri (membatik dengan warna alami), dari bahan-bahan
yang ada di rumah bisa digiunakan. Sehingga jadilah nada-nada yang
berlainan, dari dapur bisa jadi warna-warna kreatif
Dengan semua proses tersebut, tak heran jika batik pewarnaan alami tiga
kali lebih mahal dibandingkan batik biasa. Harga per potong bisa
mencapai Rp3 juta hingga puluhan juta.