I. PERKEMBANGAN SENI
Perkembangan kesenian di seluruh
dunia tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan masyarakatnya, tidak terkecuali
dengan bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Tema-tema
yang menjiwai hasil karya seni maupun gaya penyajiannya, selalu berubah dan
berkembang sesuai dengan perubahan yang terjadi di masyarakat dan kondisi
lingkungannya.
Bentuk karya seni rupa,
aliran-aliran seni rupa dan gaya penciptaan seniman terus berkembang.
Munculnya aliran romantisme (menonjolkan khayalan yang indah-indah saja)
disebabkan karena kekecewaan masyarakat terhadap Napoleon. Penemuan
listrik dan teknologi mesin memunculkan banyak bentuk karya seni seperti aliran
abstak, seni cetak sablon, desain komputer grafis dan sebagainya. Jika
ditinjau dari perkembangannya sejarah bentuk seni sekarang ini dapat
dikelompokkan menjadi :
a. Perkembangan ilmu pengetahuan
-
Ditemukan atom dan nuklir
-
Orang mulai berpikir tentang konsep abstrak
-
Seniman berlomba-lomba menemukan sesuatu yang baru
b. Perkembangan kebebasan pribadi
-
Tercetusnya asas-asas demokrasi menambah kebebasan berekspresi seniman
-
Seniman mulai berani melakukan eksperimen terhadap bahan, media dan teknik
c. Perkembangan industri dan
teknologi
-
Ditemukan mesin yang dapat menggandakan karya
-
Seniman dengan kreatifitas tinggi mendapat kedudukan tinggi di perusahaan untuk
membuat desain
-
Kreatifitas seniman secara perseorangan menjadi ciri utama masa ini
-
Mengapresiasi karya mulai menggunakan media foto, televisi.
-
Pameran dan galeri seni mulai banyak bermunculan
d. Perkembangan tingkat apresiasi
-
Muncul kesepakatan tentang pengertian apresiasi
-
Karya seni tradisional (primitif) mendapat tempat yang baik karena dianggap
sebagai karya seni dengan ekspresi yang murni
-
Muncul aliran seni rupa yang terinspirasi dari bentuk karya seni primitif
seperti aliran kubisme
e. Reaksi masyarakat terhadap
keadaan sekitarnya
-
Seniman mulai tidak merasa puas dengan ciptaannya dan terus mencari yang baru.
-
Karya yang diciptakan mulai meninggalkan aturan-aturan yang berlaku.
-
Kritikus seni mulai muncul dengan sikap pro dan kontra terhadap penyimpangan
seniman dalam berkarya.
-
Seniman yang tahan terhadap kritikan menjadi lebih terkenal.
II. SENI RUPA INDONESIA
Seni rupa Indonesia sudah ada sejak
jaman nenek moyang. Tema, bentuk, media dan teknik yang digunakan terus
berkembang. Perkembangan seni rupa di Indonesia secara garis besar
dapat dikelompokkan menjadi :
a. Masa Prasejarah dan Tradisional
Tema-tema yang diambil biasanya
hewan-hewan buruan, cerita pemburuan dan sebagainya dengan warna-warna
sederhana yang diperoleh dari darah, bubuk tulang atau lumpur tanah.
Karya yang dibuat masih “anonim” yaitu tidak mewakili perseorangan.
Dengan masuknya Hindu-Budha, pola
yang dibuat berkembang menjadi cerita-cerita keagamaan. Kalian dapat
melihat relief yang terdapat di sekeliling candi Borobudur. Sedangkan
pengaruh masuknya agama Islam adalah dikenalkannya bentuk wayang kulit sebagai
bagian kebudayaan Indonesia.
b. Perintisan Modern Pertama
Masa ini dimulai sejak tahun 1800 an
ketika seniman tradisi Indonesia mulai meninggalkan bentuk-bentuk lama.
Mereka mulai kreatif mencipta karya seni yang lepas dari kepercayaan.
Raden Saleh Syarif Bustaman
(1807-1880) dianggap seniman Indonesia pertama yang berkesempatan belajar
teknik modern dalam berkarya seni khususnya seni lukis.
c. Perintisan Modern Kedua
Masa ini dikenal dengan masa
Indonesia Molek (Mooi Indie) karena tema-tema yang dibuat menampilkan suasana
Indonesia yang digambarkan sangat indah, elok, hijau subur, makmur.
Bentuk-bentuk gunung, sawah, pohon kelapa dengan sungai yang jernih menjadi
ciri khas masa ini.
d. Masa Pembaharuan Dasar
(Kemerdekaan)
Muncul semangat Nasionalisme yang
banyak berpengaruh pada tema dan gaya seniman waktu itu. Karya-karya seni
yang muncul sering digunakan sebagai alat atau sarana untuk memompa semangat
juang para gerilya.
e. Masa Pendudukan Jepang
Pemerintah Jepang menyediakan
lembaga untuk menampung kegiatan para seni-man. Karena mereka ingin karya
seniman Indonesia menjadi alat propaganda yang efektif dan membantu pemerintah
dalam kekuasaannya. Kelompok kesenian yang terkenal masa ini adalah
Keimin Bhunka Sidhoso yang diketuai oleh Agus Jaya.
III. SENI RUPA BARAT
Seni rupa Barat sangat besar
pengaruhnya bagi perkembangan seni rupa di Indonesia, karena sejak lama seniman
dari luar negeri datang ke Indonesia. Mereka datang berkarya lalu
menetap, berkeluarga dengan gadis Indonesia. Sehingga perlu juga kita
mmepelajari perkembangan seni rupa Barat yang diawali dengan :
a. Seni Rupa Klasik
Tema-tema yang diambil biasanya
bentuk dewa-dewa Yunani yang dibuat patungnya dengan proporsi yang
sempurna. Begitu juga dengan seni dua dimensinya, semua bentuk realis
mirip dengan aslinya menjadi sesuatu yang wajib bagi seniman. Namun jaman
ini mulai surut sejak Kristen masuk Eropa.
b. Seni Rupa Klasik Baru
Dikenal dengan jaman Renaisance
dengan tema agama yang sangat menonjol dan bentuk-bentuknya yang sangat realis.
Pada jaman ini pulalah tercipta lukisan yang sangat terkenal yaitu Monalisa
karya pelukis Leonardo Da Vinci.
c. Seni Rupa Barok
Berlaku aturan yang pasti mengenai
karya seni yang baik dan tidak baik. Jika sebuah karya menyimpang, maka
dikatakan tidak artistik. Masa Barok ini dikenal juga dengan nama masa
Klasik Akademik karena banyak bermunculkan tempat-tempat pendidikan para calon
seniman. Tema yang banyak dipilih adalah tema keagamaan, kerajaan dan
keluarganya.
IV. ALIRAN-ALIRAN SENI RUPA
Perkembangan serta gejolak yang
terjadi di masyarakat secara sosial maupun politik mem-punyai pengaruh yang
besar bagi seniman dalam berkarya. Karena me-reka berkarya dengan
mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakan. Sehingga dari waktu ke
waktu konsep dan bentuk karya seni rupa yang diciptakan selalu be-rubah dan
berkembang. Berikut ini bebe-rapa aliran seni rupa dengan para tokoh atau
pe-nganut alirannya :
a. Romantisme
Aliran yang memunculkan kisah-kisah
dramatis kepahlawanan. Tokohnya antaralain Delacroix (Perancis) dan Raden Saleh
(Indonesia).
b. Realisme
Aliran yang menampilkan karya dengan
tema apa adanya sesuai dengan kenyataan dan bertolak dari perilaku
manusia. Merupakan bentuk ketidaksetujuan dengan aliran Romantisme.
Tokohnya antaralain Gustave Coubert, Dullah dan Hendra (Indonesia).
c. Naturalisme
Hampir sama dengan aliran Realisme
yang menggambarkan bentuk-bentuk alam nyata, bedanya aliran ini lebih
menampilkan kenyataan yang indah-indah saja. Tokohnya Wahdi Sumanta, Basuki
Abdullah dari Indonesia.
d. Impresionisme
Dikenal dengan paham lukisan
cepat. Karena aliran ini menangkap keindahan yang ada pada saat tertentu
yang harus segera dipindahkan menjadi karya seni. Setiap waktu berubah,
maka keadaan ikut berubah dan keindahan yang tertangkap oleh penglihatan ikut
berubah juga. Sehingga paham ini tidak mementingkan detil melainkan kesan
sesaat. Tokohnya Monet dan Pissaro.
e. Pointilisme
Mengikuti aliran yang sudah ada
yaitu impresionisme, tetapi dengan teknik yang berbeda yaitu dengan menggunakan
titik-titik untuk menampilkan kesan yang dilihat mata. Tokoh dalam
aliran ini G. Seurat.
f. Ekspresionisme
Ungkapan kebebasan dan keberanian
berekspresi terhadap bentuk, warna sangat kuat dalam aliran ini. Tokohnya
Affandi (Indonesia), Vincent Van Gogh.
g. Kubisme
Benda-benda yang menjadi obyek
karyanya dibuat menjadi bentuk sederhana mirip bentuk-bentuk kubus.
Dibedakan menjadi kubisme analisis (obyek dipecah-pecah menjadi bentuk
geometris) dan kubisme sintetik (bentuk geometris disusun menjadi obyek).
Tokohnyanya Pablo Picasso.
h. Surealisme
Paham adanya sesuatu yang nyata dan
tidak nyata melatarbelakangi aliran ini yang menyukai gambaran alam mimpi yang
imajinatif dan kadang menakjubkan. Tokohnya Salvador Dali.
Seni Reklame
RINGKASAN MATERI
I. PENGERTIAN
Para penjual makanan yang
berkeliling di sekitar rumah kalian selalu mempunyai cara yang unik untuk
menawarkan dagangannya. Ada yang menggunakan kentongan, ada yang
membunyikan mangkok atau dengan bunyi-bunyian lain memakai musik dari
kaset. Kegiatan ini merupakan cara menawarkan barang supaya orang
mengenal dan tertarik untuk kemudian membelinya. Proses menawarkan barang
atau jasa inilah yang dikenal dengan istilah reklame.
Berasal dari bahasa Spanyol, kata RE
(kembali / berulang) dan CLAMOS (berseru). Reklame berarti seruan
yang berulang atau kembali diserukan. Pengertian yang lebih luas dari
reklame adalah suatu karya seni rupa yang bertujuan untuk
menginformasikan, mengajak, menganjurkan atau menawarkan produk (sesuatu berupa
barang atau jasa) kepada konsumen dengan cara yang menarik sehingga konsumen
ingin memiliki, menggunakan atau membelinya.
Reklame berdasarkan cara
penyampaiannya dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Cara tradisional
Reklame dalam bentuk yang sederhana
baik peralatan maupun teknik penyampaiannya. Beberapa bentuk reklame
jenis ini misalnya :
-
Penjual bakso keliling yang membunyikan mangkoknya dengan sendok.
-
Penjual sate menggunakan lonceng kecil sehingga orang mengetahui jika ada
penjual sate yang datang.
-
Penjual Ice Cream dengan musik yang menarik.
-
Penjual obat tradisional menggunakan pengeras suara dan atraksi untuk menarik
perhatian pengunjung di pasar dan lain sebagainya.
b. Cara Modern
Reklame dalam bentuk yang lebih
modern baik media maupun teknik penyampaiannya. Beberapa bentuk reklame
jenis ini misalnya :
-
Iklan
-
Spanduk
-
Baliho
-
Selebaran
-
Brosur
-
Etiket dan sebagainya
II. MEDIA REKLAME
Berdasarkan media penyampaiannya
Reklame dibedakan menjadi :
a. Reklame Audio
Media yang digunakan adalah suara
atau kode bunyi-bunyian tertentu, baik dengan alat tertentu atau dengan vokal
manusia. Contohnya pada bentuk reklame secara tradisional. Tetapi
reklame Audio secara modern sekarang sudah banyak yang menggunakan seperti
reklame melalui siaran radio. Melalui siaran radio, pesan atau penawaran
dilakukan dengan cara diucapkan atau dibacakan dengan dialog.
b. Reklame Visual
Media yang digunakan adalah obyek
yang dapat dilihat mata dan gambar, baik gambar diam maupun gambar yang bergerak
(film). Yang termasuk jenis reklame visual antaralain :
-
Poster
Merupakan bentuk reklame berupa
gambar dan tulisan pada selembar kertas dan ditempel ditempat-tempat umum
-
Iklan
Jenis reklame yang bentuknya singkat
dan dimuat di media cetak seperti koran, tabloid atau majalah.
-
Plakat
Bentuknya secara visual hampir sama
dengan poster, hanya ukurannya saja yang lebih kecil dan biasanya ditempel di
tembok atau di pohon-pohon di tepi jalan. Penyajiannya lebih sederhana dibandingkan
dengan poster.
-
Spanduk
Berbentuk selembar kain yang
direntangkan melintang di atas jalan raya atau di tepi jalan. Tulisan
pada spanduk lebih sederhana dan mudah dibaca serta dipahami para pemakai jalan
atau pengendara kendaraan dapat membacanya tanpa harus berhenti.
-
Selebaran
Bentuknya kecil seperti plakat
tetapi sudah dilengkapi dengan gambar. Ciri khas bentuk reklame ini
adalah cara menyampaikannya yaitu dengan cara diberikan secara langsung dari
tangan ke tangan kepada calon konsumen. Adapula yang dilakukan dengan
cara disebar begitu saja dari mobil sambil berjalan atau dari atas pesawat yang
sedang terbang.
-
Baliho
Bersifat sementara dan ukurannya
besar dan diletakkan di tepi jalan-jalan yang strategis. Dibuat secara
semi permanen dengan bambu, kayu, atau pipa besi sebagai penyangganya.
Namun sekarang sudah dijumpai bentuk baliho yang menggunakan media kain atau
kertas yang berukuran sangat besar dan ditempelkan pada tempat khusus.
-
Billboard
Hampir sama dengan baliho
karena berukuran besar, tetapi jenis reklame ini sifatnya lebih permanen
karena dipasang dalam waktu yang cukup lama dan ditempatkan diatap atau diatas
pertokoan
-
Buklet
Berbentuk seperti buku karena
tulisan dan gambarnya terdiri dari beberapa halaman yang dijilid atau
dilipat-lipat. Informasi yang ingin disampaikan lebih lengkap.
-
Embalase
Bentuk reklame yang dibuat langsung
pada permukaan kemasan barang atau produk.
-
Mobile
Reklame berbentuk media tiga dimensi
yang dapat bergerak. Baik bergerak sendiri karena tertiup angin
(digantung) atau dengan mesin motor penggerak bertenaga batery/ listrik.
Ada juga jenis reklame ini yang menggunakan media balon gas.
-
Etalase
Reklame tiga dimensi yang terdapat
pada ruang kaca di depan-depan toko. Memamerkan barang yang dijual dengan
penataan yang menarik. Biasanya menggunakan patung-patung manusia
(manequin) untuk memamerkan pakaian yang dijual.
c. Reklame Audio-Visual
Menggunakan media gabungan dari audio
dan visual. Contohnya pada bentuk reklame yang ditayangkan di televisi,
slide atau video klip. Penyampaian reklame dengan media ini
dianggap paling berhasil karena menarik dan lebih mudah dipahami orang.
III. TUJUAN PEMBUATAN REKLAME
Berdasarkan tujuan pembuatannya,
reklame dibedakan menjadi reklame komersial dan reklame non komersial.
a. Reklame Komersial (Ekonomis)
Reklame yang dibuat untuk menawarkan
barang dan jasa. Dengan reklame diharapkan pembeli lebih tertarik untuk
menggunakan produk yang ditawarkan dan keuntungan yang diperoleh lebih
banyak. Jenis reklame ini banyak digunakan para pedagang atau pengusaha
dalam meningkatkan keuntungan.
b. Reklame Non- Komersial (Sosial)
Reklame yang dibuat untuk mengajak
atau menghimbau orang lain untuk mau melakukan sesuatu. Keuntungan yang
diperoleh biasanya bukan dalam bentuk materi secara langsung. Misalnya
poster PIN (Pekan Immunisasi Nasional), poster anjuran untuk hidup bersih,
poster peringatan bahaya Demam Berdarah dan sebagainya.
IV. UNSUR-UNSUR DALAM REKLAME VISUAL
Bentuk reklame yang baik, mudah
dipahami dan menarik harus memperhatikan beberapa unsur pendukungnya.
Beberapa unsur pendukung tersebut adalah ;
a. Teks atau slogan yang jelas dan
mudah dimengerti
Terdiri dari teks utama (headline)
dan teks penjelasan yang mendukung headline
b. Bahasa yang baik dan menarik
dengan bentuk huruf yang sesuai
Pemilihan bahasa dan kalimat harus
disesuaikan dengan sasaran konsumen / pembaca yang akan menggunakan produk,
begitu juga dengan bentuk dan warna hurufnya. Bahasa yang digunakan pada
reklame pupuk untuk petani tentu berbeda dengan bahasa yang digunakan pada
reklame komputer untuk pengusaha, berbeda juga dengan reklame mainan untuk
anak-anak.
c. Gambar illustrasi menarik dan
mudah diingat.
Ilustrasi gambarnya tidak boleh
bohong artinya bentuk gambar harus sesuai dengan produk aslinya. Obyek
yang digunakan juga menyesuaikan dengan tema dan tujuan reklamenya.
Misalnya gambar-gambar kartun yang lucu banyak digunakan pada reklame produk
anak-anak.
d. Lay Out yang baik (tata letak
antara gambar dengan tulisan)
Harus cerdik dalam menempatkan
posisi teks dan gambarnya. Dalam hal ini pengaturan komposisi mempunyai
peran penting sehingga secara keseluruhan reklame menjadi enak dilihat dan
pesan yang disampaikan cepat dipahami.
e. Warna yang menarik dan tepat
sesuai dengan isi reklame
Dalam hal ini harus dipahami
sifat-sifat warna, karena jenis warna sangat mempengaruhi psikologis orang yang
melihatnya. Terlalu banyak warna merah cenderung membuat orang yang melihatnya
merasa panas sehingga kurang sesuai jika digunakan pada reklame minuman
segar. Contoh lain, anak-anak menyukai warna-warna yang terang dan cerah,
sehingga untuk reklame produk anak-anak, jenis warna seperti merah, kuning,
biru, banyak digunakan.
V. MENGENAL BENTUK HURUF
Tulisan dalam bentuk kalimat yang
terdapat di dalam reklame sangat menentukan keberhasilan reklame. Huruf
sering diartikan sebagai simbol bunyi dan dapat mencerminkan karakter atau
pesan yang ingin disampaikan. Oleh karena itu tema yang disampaikan,
produk yang ditawarkan atau jenis konsumen yang melihatnya ikut menentukan
bagaimana bentuk huruf yang tepat.
Beberapa contoh huruf dengan
berbagai bentuk yang memberikan kesan atau perasaan baru bagi orang yang
membacanya sesuai pesan yang ingin disampaikan.
Jika kalian perhatikan baik-baik,
beberapa jenis huruf ada yang memberikan kesan lucu, ceria, memberi kesan
elegan / indah tetapi ada juga bentuk huruf yang memberi kesan menakutkan.
Kalian juga dapat berkreasi sendiri dengan bentuk-bentuk huruf ciptaan sendiri,
dengan catatan bentuknya tidak meninggalkan pola aslinya. Untuk itu ada
baiknya kalian mempelajari sejarah dan pola dasar bentuk huruf.
a. Sejarah Perkembangan Huruf
1)
Huruf pertama disebut Picthograph, diyakini mulai dikenal manusia
sekitar tahun 2000 SM. Bentuknya masih berupa simbol-simbol gambar yang
mewakili maksud tertentu.
2)
Mulai tahun 1000 M, bentuk dan jenis huruf yang digunakan mulai berkembang pada
masing-masing negara. Di daerah Babilonia muncul jenis huruf Yunani Latin
dan huruf Arab. Di daerah Mesir dikenal dengan jenis huruf Paku
(Hyrogliph, dipahat pada lempengan tanah menggunakan paku). Huruf Kanji dikenal
di daratan Cina.
3) Tahun
114 Masehi dikenal 23 jenis abjad oleh bangsa Romawi, yang menjadi asal mula
huruf yang kalian kenal sekarang ini.
4)
Huruf cetak mulai dikenal pada tahun 1455 Masehi.
5)
Tahun 1540 Masehi muncul bentuk huruf berkait sebagai perkembangan dari huruf
Romawi. ( kait = serif ) dikenal dengan nama Garamond.
6)
Abad 19 menjadi awal kemunculan jenis huruf Egypt (Beton) dan huruf
tanpa kait Sans serif. Dari sini kemudian banyak bermunculan
jenis-jenis huruf yang jumlahnya sangat banyak dan bervariasi.
Seni
Rupa Murni (Seni Lukis)
RINGKASAN MATERI
I. PENGERTIAN
Banyak orang memberikan pengertian
yang sama antara menggambar dengan melukis. Keduanya sama-sama menghasilkan
karya seni dengan memindahkan obyek nyata pada bidang dua dimensi. Namun
sebenarnya, menggambar tidaklah sama dengan melukis. Menggambar dapat
diartikan sebagai tahap awal dari melukis. Jika kita cermati lebih jauh,
masih ada beberapa hal yang membedakan antara menggambar dengan melukis.
Kalau begitu bagaimana sebenarnya
melukis atau seni lukis itu ? Apa bedanya dengan menggambar ?
Seni Lukis diartikan sebagai suatu
daya cipta dari imajinasi manusia yang diekspresikan/ diungkapkan melalui media
garis, warna, teksture, gelap terang, bidang dan bentuk pada bidang dua dimensi.
Jadi jelas, bahwa melukis termasuk
dalam fine art bukan aplied art tidak seperti menggambar karena lebih
mementingkan fungsi primer atau merupakan ekspresi bebas dan murni dari
ungkatan senimannya. Tiga macam fungsi berkarya seni adalah :
Fungsi Primer
= berkarya seni untuk cetusan
perasan dan ekspresi pribadi seniman. Seni untuk seni.
Fungsi
Sekunder = berkarya seni disamping untuk kepuasan
pribadi juga melayani kepentingan pihak luar/ orang lain. Seni sebagai
sarana komunikasi.
Fungsi
Fisik =
berkarya seni yang lebih mengutamakan nilai pakai atau kegunaannya.
Ekspresi adalah ungkapan
perasaan. Mengekspresikan berarti memberi bentuk atas apa yang dirasakan
sehingga orang lain dapat mengetahuinya. Pengungkapan ekspresi dan perasaan
seniman menjadi hal yang penting dalam seni lukis. Dalam hal ini ekspresi
dapat dibedakan menjadi dua yaitu ekspresi non kreatif jika berekspresi
tanpa menghasilkan karya seni (sedih, cemberut, tersenyum, menangis) dan ekspresi
kreatif yaitu jika dalam mengekspresikan perasaan menghasilkan suatu karya
seni (lukisan, lagu, tarian atau puisi).
Akan tetapi dengan kebebasan
berekspresi dan murni tersebut bukan berarti melukis menjadi lebih mudah dan
berkarya seadanya, karena tetap mengacu pada kaidah-kaidah dan prinsip
seni rupa yang berlaku. Karya seni lukis yang baik tetap berpedoman pada
komposisi, keseimbangan dan harmonis pada penggunaan unsur-unsur seni rupa.
II. KOMPONEN SENI LUKIS
Tiga komponen seni rupa yang harus
diperhatikan dalam melukis adalah subyek, bentuk dan isi. Perpaduan yang
tepat dari ketiganya akan menghasilkan karya seni lukis yang baik.
a. Subyek
Sesuatu yang menjadi bentuk lukisan
atau obyek yang terlihat dari karyanya. Dibedakan menjadi :
-
Lukisan bentuk figuratif, jika subyeknya masih terikat dengan alam, yaitu
mengambil bentuk-bentuk yang ada di alam.
-
Lukisan bentuk non figuratif (abstrak), jika subyeknya sudak tidak
terikat dengan bentuk yang ada di alam.
b. Bentuk
Cara pelukis dalam mengekspresikan
subyek yang dilukisnya menjadi karya dua dimensi. Bentuk yang sering
digunakan adalah bentuk figuratif yang disusun dari bentuk-bentuk yang
ada di alam dan bentuk berwujud seperti : stilasi (penggayaan),
deformasi (menyusun bentuk), transformasi (merubah bentuk) dan distorsi
(melebih-lebihkan bentuk).
c. Isi
Yang dimaksud dengan isi adalah
kesan atau bobot ungkapan ekspresi yang ingin disampaikan melalui karya seni
lukis. Pengungkapan ini dapat dilihat dari banyaknya aliran dalam seni
lukis seperti : romantisme, realisme, naturalisme, kubisme, impresionisme dan
sebagainya.
III. MEDIA SENI LUKIS
a. Bahan
Kegiatan berkarya seni rupa tidak
pernah terlepas dari peralatan dan bahan (medium) yang digunakan. Alat
dan bahan ini disebut dengan media seni rupa. Setiap bahan mempunyai
sifat dan karakter berbeda. Perbedaan sifat ini akan menentukan cara an
teknik berkarya yang diterapkan.
Teknik pembuatan patung dengan bahan
tanah liat tentu berbeda tekniknya dengan pembuatan patung bahan logam.
Melukis dengan cat air caranya tidak sama dengan melukis menggunakan cat
minyak.
Hal ini disebabkan karena setiap
medium mempunyai dua sifat dasar, yaitu :
o Sifat Fisik
yaitu karakter bahan yang terlihat oleh mata. Keras, lunak, mudah pecah,
elastis, kasar atau halus dan sifat-sifat yang lain.
o Sifat Estetis
yaitu sifat keindahaan dari masing-masing bahan yang berbeda satu dengan
lainnya. Lukisan dengan media cat air memiliki keindahaan tersendiri yang
tidak mungkin didapat jika menggunakan media cat minyak. Begitu juga
sebaliknya.
Setiap bahan punya karakter dan
keindahaannya sendiri dan tidak berarti bahan yang satu lebih baik dari yang
lain. Tidak berarti cat minyak akan membuat lukisan menjadi lebih mahal
dari lukisan cat air. Pemilihan medium tidak menjamin suatu karya menjadi
lebih artistik, lebih baik atau lebih mahal. Kualitas karya selain
ditentukan oleh jenis medium yang digunakan juga ditentukan oleh kreatifitas
dan bakat penciptanya.
b. Alat
Alat yang digunakan sama dengan
peralatan menggambar pada umumnya, cat air, pensil, cat poster, cat akrilik,
kuas, pensil warna, pastel, crayon dan lain-lain Pemilihan alat yang
tepat harus menyesuaikan dengan bahan (medium) yang digunakan.